Film  

“Mufasa” judul prekuel dari film “The Lion King”

Jakarta (ANTARA) – Sutradara Barry Jenkins mengumumkan secara resmi “Mufasa: The Lion King” akan menjadi film prekuel dari “Lion King” dalam pameran D23 Expo, Jumat (9/9) waktu setempat.

Disiarkan Variety pada Sabtu, Jenkins tak hanya mengumumkan judul film tapi juga cuplikan video eksklusif dari film tersebut kepada pengunjung.

Rekaman dimulai dengan Rafiki (John Kani) yang menceritakan kisah Mufasa kepada anak-anak muda. Dia mengungkapkan bahwa singa itu sebenarnya adalah anak yatim piatu yang harus mengarungi dunia sendirian sampai dia bangkit menjadi raja Pride Rock.

Cuplikan tersebut juga memperlihatkan Pride Lands yang ikonik, yang menunjukkan Mufasa kecil di padang pasir yang menjadi yatim piatu.

“Di tempat ini seekor singa lahir tanpa setetes bangsawan pun dalam darahnya. Singa yang akan mengubah hidup kita selamanya,” ujar Rafiki.

Baca juga: Matteo Bocelli nyanyikan lagu “Lion King” versi klasik

Meski singkat, cuplikan tersebut juga menyertakan narasi lucu dari Timon yang disuarakan oleh Billy Eichner.

“Tunggu-tunggu, saya tidak ada di cerita ini? Saya tidak merasa terlihat,” kata Timon.

Prekuel “Lion King” pertama kali diumumkan pada tahun 2020. Film ini menceritakan tentang asal usul ayah Simba, yang menjelajahi masa kecilnya bersama saudaranya, Scar.

Film ini akan menampilkan suara Aaron Pierre dan Kelvin Harrison Jr. sebagai versi karakter yang lebih muda, menggantikan James Earl Jones sebagai Mufasa dalam versi asli 1994 dan remake 2019, bersama Jeremy Irons dan Chiwetel Ejiofor sebagai Scar yang jahat.

“The Lion King” adalah salah satu properti Disney yang paling dicintai sepanjang masa, dengan yang asli tetap menjadi film klasik yang diakui secara kritis dan menghasilkan lebih dari 960 juta dolar Amerika di seluruh dunia.

Remake tahun 2019, yang menggantikan gaya seni 2D menjadi CGI yang realistis mendapat ulasan yang beragam. Namun lebih sukses dengan menghasilkan lebih dari 1 milar dolar di box office global.

“Mufasa” akan menjadi film fitur ketiga Jenkins, setelah “Moonlight” yang mendapat Oscar dan “If Beale Street Could Talk”.

Baca juga: “The Lion King” akan kembali lewat prekuel, umumkan pengisi suara

Baca juga: Barry Jenkins sutradarai sekuel “The Lion King”

Baca juga: Musikal “The Lion king” di Korea Selatan resmi ditunda

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022