Film  

“Rosaline” bawa bumbu komedi dalam cerita “Romeo & Juliet”

Jakarta (ANTARA) – Karakter Rosaline mungkin sedikit akrab bagi para penyuka karya sastra William Shakespeare, terutama dalam cerita tragedi populer “Romeo and Juliet”. Kehadirannya dalam literatur asli tidak terlalu tersorot, namun, ia memiliki peran penting sebagai cinta pertama Romeo yang tak terbalas, dan membawanya mengenal sosok Juliet setelah itu.

Karakter Rosaline pun telah diadaptasi ke berbagai media drama seperti drama panggung dan film. Salah satu yang terbaru adalah “Rosaline” garapan sutradara Karen Maine (“Yes, God, Yes” (2019), “Obvious Child” (2014) dan “Obvious Child” (2009)), yang dibawa oleh 20th Century Studios.

Dalam adaptasi ini, “Rosaline” mengambil lajur komedi untuk mengisahkan cerita sebelum romansa tragis Romeo dan Juliet, yang diceritakan dari perspektif Rosaline sepupu Juliet, yang juga merupakan cinta pertama Romeo.

​​​​​​

Baca juga: GOT7 hadirkan ispirasi musik Romeo dan Juliet di album terbaru

Rosaline (Kaitlyn Dever), patah hati ketika Romeo (diperankan oleh Kyle Allen) bertemu Juliet (diperankan oleh Isabela Merced), dan mulai mengejarnya. Rosaline berupaya untuk menggagalkan asmara itu dan memenangkan Romeo kembali.

“Rosaline” (2022). (ANTARA/20th Century Studios)

Karakter Rosaline dalam adaptasi film ini hadir sebagai gadis cantik keturunan Capulet. Berbeda dengan sepupunya yaitu Juliet yang romantis, Rosaline merupakan gadis yang memiliki kemauannya sendiri, pemberani, keras kepala, dan terus terang. Namun, Rosaline memiliki hati yang penyayang di balik sifat kerasnya tersebut.

Berlatarkan di Verona, Italia, para ayah berusaha untuk segera menikahkan anak-anak perempuannya ketika “sudah waktunya”. Ayah Rosaline (diperankan oleh Bradley Whitford) berusaha keras dan hampir putus asa untuk menemukan pelamar untuk putrinya.

Rosaline tidak ingin segera menikah karena keinginan ayah. Baginya, menikah harus karena cinta. Cinta itu ia temukan ketika ia menjalin hubungan diam-diam dengan Romeo, seorang Montague, yang keluarganya sudah lama berseteru dan “tidak mungkin bersatu”.

Baca juga: “Akhirat: A Love Story” sajikan romansa fantasi yang tak biasa

Namun, kepribadian yang tidak cocok menghancurkan hubungan mereka. Sementara Romeo adalah seorang romantis yang impulsif, Rosaline adalah seorang realis yang terlalu banyak berpikir. Ketika Romeo menyatakan cintanya, wanita muda itu tidak bisa membalas perasaan itu.

“Rosaline” (2022). (ANTARA/20th Century Studios/Moris Puccio/Photo Credit: Moris Puccio)




Tapi Rosaline, yang entah didorong oleh kasih sayang yang tulus terhadap Romeo atau kecanduan akan perhatiannya, tidak ingin kehilangan dia. Dia meminta Romeo untuk bertemu dengannya di pesta topeng Capulet, berharap mereka dapat memperbaiki romansa mereka yang sekarang canggung.

Sayangnya, pada malam pesta, ayah Rosaline mengatur agar dia bertemu pelamar lain, seorang pelaut gagah bernama Dario (diperankan Sean Teale). Di saat yang sama, Romeo bertemu dengan Juliet di pesta tersebut, dan percikan asmara pun tak terelakkan.

Mulai malam itu, berbagai hal terjadi, dan membawa Rosaline untuk memutuskan memperjuangkan cintanya untuk Romeo dan Juliet atau untuk dirinya sendiri.

Baca juga: Romansa Meghan Markle-Pangeran Harry dijadikan film televisi

Dalam literatur, para cendekiawan umumnya membandingkan cinta Romeo yang berumur pendek pada Rosaline dengan cintanya pada Juliet di kemudian hari. Puisi yang ditulis Shakespeare untuk Rosaline jauh lebih lemah daripada puisi untuk Juliet. Para ahli percaya bahwa pengalaman awal Romeo dengan Rosaline mempersiapkannya untuk hubungannya dengan Juliet.

“Rosaline” (2022). (ANTARA/20th Century Studios)




Sementara, penulis skenario “Rosaline” yaitu duo di balik film “500 Days of Summer” (2009), Scott Neustadter dan Michael H. Weber membuat cerita ini benar-benar dari sisi Rosaline sebagai pemain utama. Neustadter dan Weber menyusun ceritanya dengan padat namun ringan dan jenaka, dan banyak terinspirasi dari novel “When You Were Mine” karya Rebecca Serle.

Kedua penulis bersama dengan sutradara mampu membuat Rosaline sebagai tokoh utama yang bersinar di tengah cerita ikonis “Romeo and Juliet”. Keputusan-keputusan Rosaline yang terkadang cenderung naif karena tidak berpikir panjang akan risiko, membuat film ini menjadi menarik dan mudah untuk dinikmati. Ditambah dengan karakter Rosaline yang sarkastik dan humor keringnya, tak jarang membuat penonton tergelitik mengikuti ceritanya.

Dinamika antara Rosaline dan sang ayah serta Dario yang sama-sama keras, ditambah dengan dinamikanya dengan Romeo dan Juliet yang romantis, juga menjadikan “Rosaline” memiliki bumbu cerita dan menggemaskan.

Baca juga: Cinta-cintaan Lagi di “Milli & Nathan”

Rosaline memang cemburu kepada Juliet, tetapi kemarahannya kemudian dilunakkan oleh kasih sayang yang berkembang seiring berjalannya cerita. Persahabatan mereka akhirnya bertumbuh dan menjadi tim untuk satu sama lain.

“Rosaline” (2022). (ANTARA/20th Century Studios)




Kaitlyn Dever sebagai sang protagonis benar-benar menjadi penggerak cerita yang efektif dan mudah disukai. Melihat Dever berperan sebagai gadis muda yang ambisius namun juga penuh pengertian, menjadikan film ini mudah untuk disaksikan. Ia juga berperan sebagai produser di film ini.

Bisa dibilang, memerankan Rosaline adalah sesuatu yang baru untuk diikuti dari Dever, yang sebelumnya lebih dikenal melalui proyek film dan serial yang bisa dibilang cukup berat. Beberapa film yang ia bintangi antara lain “Short Term 12” (2013), “Beautiful Boy” (2018), “Booksmart” (2019), serial “Unbelievable” (2019) dan serial “Dopesick” (2021).

Dever juga baru-baru ini memerankan karakter yang juga ringan dalam drama komedi romansa “Ticket to Paradise” (2022) bersama George Clooney, Julia Roberts, dan Maxime Bouttier.

“Rosaline” (2022). (ANTARA/20th Century Studios)




Selain berfokus pada Rosaline, Romeo, dan Juliet, terdapat beberapa karakter yang menarik perhatian penonton. Ada kurir pesan keluarga Capulet (diperankan oleh Nico Hiraga), perawat pribadi Rosaline (diperankan oleh Minnie Driver) dan sahabat Rosaline bernama Paris (diperankan oleh Spencer Stevenson), membuat cerita menjadi lebih berwarna dan membuat karakter Rosaline lebih berdimensi.

Baca juga: Film “Nagih Janji Cinta” resmi akan tayang di bulan November

Belum lagi pilihan musik tema yang menggabungkan nuansa romansa Italia zaman dahulu dengan alunan lagu-lagu pop modern seperti “All by Myself” dari Celine Dion hingga “This Will Be (An Everlasting Love)” dari Natalie Cole, membuat film ini terasa dekat dengan penonton di masa kini.

Secara keseluruhan, “Rosaline” menyajikan pendekatan cerita roman-tragis “Romeo and Juliet” dengan ringan dan komedik, namun tak menghilangkan nilai cinta yang universal dan menghangatkan hati.

“Rosaline” tayang di Amerika Serikat melalui platform Hulu, dan di Indonesia melalui platform streaming Disney+ Hotstar mulai Jumat (14/11/2022).

Baca juga: Tema “cinta” dominasi entri kompetisi utama Festival Film Berlin

Baca juga: Cerita cinta keluarga buat film “The Flame” terasa ringan

Baca juga: Setelah “Milly & Mamet”, siapa dari “AADC?” yang akan dibuatkan film?

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022