Film  

Judi Dench minta Netflix tambahkan “disclaimer” di serial “The Crown”

Jakarta (ANTARA) – Aktris Inggris Judi Dench telah meminta Netflix untuk menambahkan informasi bahwa drama kerajaan “The Crown” yang tayang di Netflix dibumbui dengan fiksi. Dalam suratnya kepada The Times, Kamis (20/10), aktris 87 tahun itu mengatakan serial tersebut semakin bebas mengaburkan batas antara akurasi sejarah dan sensasionalisme.

“Meski banyak yang mengetahui The Crown sebagai kisah fiksi yang brilian, saya khawatir dengan sejumlah penonton, terutama di luar negeri, akan menganggap versi serial itu sebagai sejarah yang memang terjadi,” tulis Dench seperti disiarkan Reuters, Kamis.

Dench pernah memerankan Ratu Elizabeth I dan Ratu Victoria, dia juga pernah berakting sebagai “M”, sang bos dari agen rahasia Inggris James Bond.

Baca juga: “The Crown” buka audisi untuk pemeran Kate Middleton muda

Netflix mengatakan “The Crown” adalah dramatisasi fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata.

Dalam musim kelima yang akan tayang bulan depan, sejumlah pemeran baru akan memerankan keluarga kerajaan dengan latar belakang 1990-an.

“Saya sangat percaya atas kebebasan artistik, tapi yang ini tidak bisa ditentang… pembuat serial menolak semua seruan untuk menulis ‘disclaimer’ di setiap awal episode,” tulis Dench.

“Waktunya telah tiba bagi Netflix untuk mempertimbangkan kembali — demi keluarga dan bangsa yang baru-baru ini berkabung, sebagai tanda penghormatan kepada penguasa yang melayani rakyatnya selama 70 tahun, dan untuk menjaga reputasinya di mata penonton dari Inggris.”

Dalam trailer terbaru, “The Crown” musim kelima memperlihatkan sederet pemain baru dalam perannya sebagai anggota Keluarga Kerajaan. Menjelang tahun ke-40 ia menjabat sebagai Ratu Inggris, Ratu Elizabeth II (Imelda Staunton) menilik masa bertahta yang telah dilalui bersama sembilan perdana menteri, ditandai dengan lahirnya medium televisi dan senjakala Kerajaan Inggris.

Namun berbagai tantangan baru pun hadir. Runtuhnya Uni Soviet dan perpindahan kekuasaan di Hong Kong merupakan sinyal perubahan besar di tatanan internasional dan menghadirkan beragam halangan maupun kesempatan. Sementara itu keluarganya sendiri menghadapi berbagai masalah.

Pangeran Charles (Dominic West) bersikeras agar sang ratu mengizinkan ia bercerai dari Diana (Elizabeth Debicki), menjadi pertanda sebuah krisis konstitusional dalam monarki tersebut. Desas-desus bahwa mereka hidup terpisah, ditambah dengan sorotan media yang semakin tajam, membuat Diana memutuskan untuk menyampaikan sudut pandangnya sendiri. Ia mengabaikan protokol keluarga dengan menerbitkan buku yang menggerogoti dukungan publik terhadap Charles dan membuka berbagai kekurangan dinasti Windsor.

Ketegangan semakin intens kala Mohamed Al Fayed (Salim Daw) bersinggungan dengan Keluarga Kerajaan. Dengan ambisi besar, ia menggunakan kekayaan dan kekuasaannya agar ia dan anaknya, Dodi (Khalid Abdalla), diterima oleh keluarga tersebut.

Tayang pertama kali pada 2016, “The Crown” merupakan serial yang dibuat dan ditulis oleh Peter Morgan.

Musim kelima akan hadir dalam 10 episode dan dibintangi oleh Imelda Staunton (Ratu Elizabeth II), Jonathan Pryce (Pangeran Philip), Lesley Manville (Putri Margaret), Dominic West (Pangeran Charles), Elizabeth Debicki (Putri Diana), Claudia Harrison (Putri Anne), Marcia Warren (ibu Ratu Elizabeth II), Olivia Williams (Camilla Parker Bowles).

Ada juga Jonny Lee Miller (John Major), James Murray (Pangeran Andrew), Sam Woolf (Pangeran Edward), Timothée Sambor (Pangeran William), Senan West (Pangeran William), Teddy Hawley (Pangeran Harry), Will Powell (Pangeran Harry), Prasanna Puwanarajah (Martin Bashir), Salim Daw (Mohamed Al Fayed), dan Khalid Abdalla (Dodi Fayed).

Baca juga: “The Crown” akan berhenti di Musim 6 setelah Ratu Elizabeth II wafat

Baca juga: Prekuel “The Crown” belum digarap, masih dalam tahap diskusi

Baca juga: “The Crown” musim 5 tayang 9 November 2022

 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022